Berita 24 June 2026 1 dibaca

Naik ke Ranking 801–1000 Dunia, Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik Indonesia Timur dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Naik ke Ranking 801–1000 Dunia, Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik Indonesia Timur dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

MAKASSAR—Universitas Muhammadiyah Makassar kembali mencatat capaian membanggakan di tingkat global. Dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026, Unismuh Makassar berhasil naik ke posisi overall 801–1000, setelah pada tahun 2025 berada pada posisi 1001–1500.

Kenaikan ini menjadi penanda penting bahwa Unismuh terus memperkuat reputasinya sebagai universitas yang berkemajuan, berdampak, dan bereputasi global. Tidak hanya mengalami peningkatan secara overall, Unismuh juga mencatat kemajuan pada sejumlah indicator Sustainable Development Goals (SDGs) yang menunjukkan semakin kuatnya kontribusi kampus terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Unismuh Makassar sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik di kawasan Indonesia Timur dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026. Di kawasan Indonesia Timur, Unismuh juga menjadi perguruan tinggi terbaik setelah Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Pada level Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Unismuh Makassar menempati urutan ketiga di Indonesia. Posisi pertama ditempati Universitas Muhammadiyah Surakarta pada ranking 401–600, disusul Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada ranking 601–800, dan Universitas Muhammadiyah Makassar pada ranking 801–1000.

Sejumlah PTMA lainnya juga tercatat dalam pemeringkatan ini, yakni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang masing-masing berada pada posisi 1001–1500.

Salah satu capaian paling menonjol Unismuh tahun ini adalah SDG 2: Zero Hunger, yang melonjak dari posisi 401–600menjadi 101–200. Peningkatan ini memperlihatkan kontribusi kuat Unismuh dalam isu ketahanan pangan, kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, dan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.

Empat SDGs lainnya juga mengalami peningkatan signifikan. SDG 3: Good Health and Well-being naik dari 1001–1500 menjadi 601–800. SDG 8: Decent Work and Economic Growth meningkat dari 601–800 menjadi 401–600. SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions naik dari 801–1000 menjadi 401–600. Sementara itu, SDG 17: Partnerships for the Goals meningkat tajam dari 1001–1500 menjadi 301–400.

Selain itu, Unismuh mempertahankan capaian pada SDG 4: Quality Education di posisi 401–600. Konsistensi ini memperkuat identitas Unismuh sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen pada pendidikan berkualitas, penguatan mutu pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pendidikan.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting karena Unismuh tercatat pada sebelas SDGs baru. Beberapa capaian baru yang menonjol antara lain SDG 11: Sustainable Cities and Communities pada posisi 201–300, SDG 1: No Poverty pada posisi 301–400, dan SDG 12: Responsible Consumption and Production pada posisi 301–400.

Unismuh juga tercatat pada SDG 5 di posisi 401–600, SDG 6 di posisi 600+, SDG 7 di posisi 601–800, SDG 9 di posisi 601–800, SDG 10 di posisi 601–800, SDG 13 di posisi 601–800, SDG 14 di posisi 400+, dan SDG 15 di posisi 401–600.

Capaian tersebut sejalan dengan arah IKU DIKTISAINTEK Berdampak, khususnya indikator keterlibatan perguruan tinggi dalam pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta dua SDGs lain sesuai keunggulan institusi. Dalam konteks Unismuh, dua SDGs unggulan yang menonjol adalah SDG 2 yang berada pada posisi 101–200 dan SDG 11 yang tercatat pada posisi 201–300.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, MT, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Menurutnya, peningkatan dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 menjadi bukti bahwa transformasi kelembagaan Unismuh berjalan pada arah yang benar.

“Capaian ini bukan semata-mata soal peringkat, tetapi tentang bagaimana Unismuh memastikan bahwa pendidikan, riset, pengabdian, tata kelola, dan kemitraan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. Peningkatan pada sejumlah SDGs menunjukkan bahwa kerja-kerja akademik dan kelembagaan kita semakin relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Rakhim.

Ia menegaskan, capaian ini menjadi bagian dari ikhtiar Unismuh untuk terus bergerak sebagai kampus berkemajuan, berdampak, dan bereputasi global. Menurutnya, reputasi internasional harus dibangun di atas kontribusi nyata universitas terhadap masyarakat, bangsa, dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar yang membidangi daya saing universitas, Dr. Burhanuddin, M.Si, menambahkan bahwa capaian ini juga sejalan dengan arah IKU DIKTISAINTEK Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir memberi solusi atas persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kemitraan.

“Unismuh akan terus memperkuat budaya mutu, kolaborasi lintas unit, internasionalisasi, serta dokumentasi kinerja berbasis data. Kita ingin memastikan bahwa setiap program universitas tidak berhenti pada aktivitas, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, Ph.D, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim, fakultas, lembaga, biro, program studi, serta unit kerja yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa pemeringkatan internasional tidak hanya penting untuk membangun reputasi global, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi bagi universitas dalam melihat capaian, kekuatan, dan ruang perbaikan kinerja institusi.

“Pemeringkatan seperti ini menjadi cermin bagi universitas untuk melihat posisi dan kinerja institusi secara lebih terukur. Dari hasil ini, kita dapat mengetahui aspek yang sudah kuat, sekaligus area yang masih perlu diperkuat. Bagi Unismuh, capaian 2026 menjadi energi baru untuk terus meningkatkan daya saing dan reputasi global,” ujar Hartono.

Sementara itu, Ketua Divisi Pemeringkatan UGEC, Ardiana,S.Pd.,M.Pd, menjelaskan bahwa capaian Unismuh dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 tidak terlepas dari pentingnya penguatan data, evidence, dan integrasi pelaporan lintas unit. Menurutnya, kontribusi Unismuh terhadap SDGs harus terus didukung dengan dokumentasi yang rapi, valid, dan sesuai dengan standar pemeringkatan internasional.

“THE Sustainability Impact Ratings menuntut perguruan tinggi untuk menunjukkan bukti yang kuat atas kontribusinya terhadap SDGs. Karena itu, ke depan UGEC akan terus memperkuat koordinasi dengan fakultas, lembaga, biro, program studi, dan unit-unit strategis agar program-program berdampak Unismuh dapat terdokumentasi secara lebih sistematis,” jelas Ardiana.

Dengan capaian overall 801–1000, serta tercatatnya Unismuh pada seluruh 17 SDGs, THE Sustainability Impact Ratings 2026 menjadi momentum penting bagi Unismuh Makassar untuk memperkuat daya saing dan reputasi global. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa Unismuh tidak hanya bergerak sebagai kampus unggul di Indonesia Timur, tetapi juga sebagai universitas Islam berkemajuan yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan semakin diperhitungkan dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp
Tanya AI