Berita 04 November 2025 1 read

Unismuh Makassar Raih Pengakuan Global: Masuk QS Asia University Rankings 2026

Unismuh Makassar Raih Pengakuan Global: Masuk QS Asia University Rankings 2026

Alhamdulillah, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan berhasil masuk dalam QS Asia University Rankings (QS AUR) 2026, yang diumumkan secara resmi oleh Quacquarelli Symonds (QS) pada 4 November 2025 pukul 11.00 BST melalui laman topuniversities.com.

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Unismuh Makassar menuju universitas berdaya saing global. Berdasarkan data resmi QS Fact File 2026, Unismuh Makassar tercatat berada pada peringkat 1201–1300 di Asia, dan menjadi salah satu dari 93 perguruan tinggi Indonesia yang berhasil menembus pemeringkatan bergengsi ini. Pencapaian tersebut mencerminkan pengakuan internasional atas komitmen universitas dalam meningkatkan mutu akademik, riset, tata kelola, dan daya saing lulusan di tingkat global.

Capaian yang Mencerminkan Kinerja Akademik dan Kolaborasi Global

Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kerja keras, komitmen, dan sinergi yang telah terjalin dalam upaya internasionalisasi kampus.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil nyata dari kerja kolektif seluruh komponen universitas dalam meningkatkan kualitas catur dharma perguruan tinggi. Keikutsertaan Unismuh dalam QS Asia University Rankings menjadi bukti bahwa kita telah berada pada jalur yang benar menuju universitas berkelas dunia yang berlandaskan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Beliau menegaskan bahwa pemeringkatan ini merupakan bentuk pengakuan global terhadap kinerja Unismuh Makassar selama tahun akademik 2023/2024, yang hasilnya digunakan sebagai dasar publikasi QS untuk periode 2026.

“Ke depan, capaian ini akan menjadi energi baru bagi Unismuh untuk memperkuat sistem mutu, riset kolaboratif, serta internasionalisasi akademik,” tambahnya.

Analisis Capaian Indikator Utama QS Asia Rankings

Berdasarkan hasil evaluasi QS, indikator Inbound Exchange Students mencatat skor tertinggi sebesar 30,9, menunjukkan bahwa Unismuh Makassar berhasil menarik mahasiswa asing untuk mengikuti program pertukaran (exchange program). Indikator kedua dengan skor tinggi adalah International Faculty Ratio dengan nilai 22,5, yang mengukur proporsi dosen internasional yang terlibat dalam kegiatan akademik di kampus. Kehadiran tenaga pengajar asing ini memperkuat atmosfer pembelajaran global dan memperluas jejaring kolaborasi riset internasional Unismuh.

Sementara itu, Faculty–Student Ratio memperoleh skor 19,5, menandakan rasio dosen dan mahasiswa yang ideal. Hal ini mencerminkan komitmen universitas untuk menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, dengan perhatian yang memadai terhadap setiap mahasiswa melalui interaksi akademik yang intensif.

Meski unggul dalam aspek mobilitas akademik, Unismuh Makassar masih menghadapi tantangan pada beberapa indikator riset dan reputasi. Indikator Citations per Paper, Employer Reputation, dan Papers per Faculty memperoleh skor relatif rendah, masing-masing 2,4, 2,2, dan 2,2.

Citations per Paper menunjukkan jumlah rata-rata sitasi yang diterima setiap publikasi ilmiah dosen Unismuh, yang mengindikasikan perlunya peningkatan dampak penelitian di tingkat internasional. Adapun Employer Reputation menjadi pengingat penting bagi universitas untuk memperkuat relevansi kurikulum, keterampilan profesional, dan jejaring industri. Sementara Papers per Faculty, yang mencerminkan produktivitas riset dosen, menegaskan perlunya peningkatan jumlah publikasi terindeks Scopus dalam lima tahun terakhir.

Pemeringkatan QS Asia University Rankings menggunakan data riset yang bersumber dari Scopus (Elsevier) dengan periode analisis lima tahun publikasi dan enam tahun sitasi.

Dalam QS Fact File 2026, data yang digunakan untuk Unismuh Makassar tercantum sebagai berikut:

  • Papers – Affiliation Cap Applied (2019–2023 Period): QS menghitung jumlah publikasi ilmiah yang terindeks Scopus dalam periode 2019–2023. Data ini telah melalui proses affiliation cap applied, yakni verifikasi dan penyaringan agar hanya publikasi yang mencantumkan afiliasi resmi Universitas Muhammadiyah Makassar yang dihitung.
  • Citations (Excluding Self-Citations) – Affiliation Cap Applied (2019–2024 Period): Untuk menghitung dampak ilmiah, QS menggunakan data sitasi selama 2019–2024 tanpa memasukkan self-citations (sitasi diri). Pendekatan ini memberikan hasil yang lebih objektif karena hanya menghitung pengaruh penelitian Unismuh terhadap peneliti lain di luar institusi.

Pemeringkatan Sebagai Alat Evaluasi dan Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, Ph.D., menjelaskan bahwa capaian ini tidak hanya dilihat sebagai prestasi institusi, tetapi juga sebagai Evaluation and Internal Improvement Tool — alat strategis untuk mengukur dan memperbaiki kualitas universitas secara berkelanjutan.

“QS Rankings memberikan cermin yang sangat jelas tentang kekuatan dan area perbaikan kita. Fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas dan dampak riset, memperbanyak kolaborasi publikasi internasional, dan memperkuat reputasi lulusan di mata pemberi kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan peringkat di masa depan sangat bergantung pada kinerja kolektif sivitas akademika, mulai dari peningkatan publikasi dan sitasi di Scopus, penguatan penelitian kolaboratif internasional, peningkatan jumlah mahasiswa asing, hingga perluasan jejaring kemitraan global yang berdampak langsung terhadap pengakuan internasional.

Tentang QS Asia University Rankings

QS Asia University Rankings merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi paling berpengaruh di dunia yang disusun oleh lembaga independen Quacquarelli Symonds (QS).

Pemeringkatan ini menilai lebih dari 1.500 Universitas di Asia, termasuk 93 universitas dari Indonesia, dengan menggunakan sejumlah indikator utama, yaitu:

  • Academic Reputation (30%)
  • Employer Reputation (20%)
  • Faculty–Student Ratio (10%)
  • Staff with PhD (5%)
  • Citations per Paper (10%)
  • Papers per Faculty (5%)
  • International Research Network (10%)
  • Inbound dan Outbound Exchange Students (masing-masing 2,5%)
  • International Faculty Ratio dan International Students Ratio (masing-masing 2,5%)

Melalui indikator-indikator tersebut, QS memberikan gambaran menyeluruh mengenai mutu riset, reputasi akademik, dan relevansi global suatu universitas.

Dengan hasil ini, Unismuh Makassar semakin meneguhkan langkahnya menuju World Class University yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun peradaban global berbasis nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

Tanya AI