Tak Berkategori Berita 28 July 2026 3 dibaca

Webometrics Juli 2026: Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Indonesia Timur, Tempati Peringkat 61 Nasional, dan Peringkat 1646 Dunia

Webometrics Juli 2026: Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Indonesia Timur, Tempati Peringkat 61 Nasional, dan Peringkat 1646 Dunia

Upaya Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam memperkuat kualitas akademik, publikasi ilmiah, dan visibilitas digital kembali memperoleh pengakuan internasional. Hal tersebut tercermin dalam hasil Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2026 yang menempatkan Unismuh sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan posisi terbaik di kawasan Indonesia Timur.

Berdasarkan pemeringkatan yang dirilis Webometrics.org dan diakses pada 27 Juli 2026, Unismuh Makassar menempati peringkat ke-61 nasional serta peringkat ke 1646 dunia. Pada penilaian indikator, Unismuh berada di peringkat ke 1180 dunia untuk Impact (Visibility), peringkat ke 4631 dunia pada Openness (Transparency), dan peringkat ke 1711 dunia pada Excellence.

Capaian tersebut menegaskan posisi Unismuh sebagai perguruan tinggi swasta dengan peringkat nasional tertinggi di wilayah Indonesia Timur yang meliputi Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Di Kota Makassar sendiri, Unismuh berada di bawah dua perguruan tinggi negeri. Universitas Hasanuddin berada pada peringkat ke 12 nasional dan ke 806 dunia, sedangkan Universitas Negeri Makassar menempati peringkat ke 26 nasional dan ke 1070 dunia.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, mengatakan bahwa hasil tersebut menjadi refleksi atas konsistensi universitas dalam membangun budaya akademik yang terbuka, produktif, dan berdampak. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lahir dari kerja satu unit, melainkan merupakan hasil sinergi seluruh sivitas akademika yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

"Alhamdulillah, capaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi seluruh keluarga besar Unismuh. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya akademik dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Dr Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, menambahkan bahwa penguatan reputasi universitas harus dibangun melalui karya yang dapat diakses secara luas. Karena itu, website institusi, repositori, jurnal ilmiah, hingga berbagai platform akademik perlu terus dikembangkan sebagai pusat penyebaran ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, MSi, menilai hasil Webometrics memberikan arah yang jelas bagi pengembangan universitas ke depan. Ia mengatakan bahwa reputasi digital tidak hanya diukur dari banyaknya informasi yang dipublikasikan di website, tetapi juga dari kualitas penelitian, keterbukaan data akademik, serta tingkat pengaruh publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika.

Karena itu, setiap fakultas, program studi, lembaga, dan unit kerja didorong untuk semakin aktif mendokumentasikan berbagai capaian akademik melalui kanal resmi universitas agar mudah ditemukan, diakses, dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun komunitas ilmiah.

"Penguatan pemeringkatan internasional harus menjadi agenda bersama. Seluruh unit memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas sekaligus meningkatkan visibilitas institusi," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof Hartono Bancong, PhD. Menurutnya, hasil Webometrics perlu dibaca sebagai instrumen evaluasi untuk melihat posisi universitas sekaligus menentukan langkah penguatan pada setiap indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa indikator Impact menunjukkan semakin luasnya jangkauan konten akademik Unismuh melalui rujukan dari berbagai domain eksternal. Di sisi lain, indikator Openness masih dapat diperkuat melalui optimalisasi profil Google Scholar dosen, konsistensi afiliasi penulis, serta integrasi repositori institusi dengan jurnal ilmiah.

Adapun pada indikator Excellence, fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas penelitian yang dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional sehingga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh sitasi.

Webometrics sendiri merupakan salah satu pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai performa institusi melalui tiga indikator utama, yakni Impact dengan bobot 50 persen, Openness sebesar 10 persen, dan Excellence sebesar 40 persen. Ketiga indikator tersebut dirancang untuk mengukur visibilitas digital, keterbukaan pengetahuan, serta kualitas dan pengaruh publikasi ilmiah yang dimiliki setiap perguruan tinggi. Bagi Unismuh Makassar, hasil pemeringkatan Juli 2026 bukan sekadar menunjukkan peningkatan posisi, tetapi juga mempertegas komitmen universitas dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdaya saing global. Melalui penguatan riset, publikasi, inovasi, serta pemanfaatan teknologi informasi, Unismuh terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.

Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp
Tanya AI